PROFIL ZARA



Eka Sofya Fauziah adalah nama yang diberikan kedua orang tuaku, Muhammad Zein Rasjaya (MOZARA) dan Dewi Sarnawati. Makna dari nama tersebut adalah "Satu Kemenangan/kebahagiaan yang terpuji.

Aku lahir pada hari Jum'at dini hari, tepatnya pada tanggal 02 Oktober 1987, sebagai anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan (Kakakku Eli Amalia Fitria dan adikku Ega Hizanatu Dinillah). Sebuah desa di ujung Pandeglang Selatan menjadi tempat kelahiranku, Kampung Pasirgadung Desa Pasirgadung Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang-BANTEN (ah....hanya sebuah desa kecil dengan beragam ketertinggalan. Tapi bagaimanapun, tetap tempat itu adalah tempat kelahiranku....dimana ari-ariku dikubur di jalannya yang sekarang masih tanah dengan batu-batu yang tertutup lumpur.

Bagiku pendidikan adalah hal yang sangat penting. Karena aku memilih meuntut ilmu. Pendidikan formalku dimulai di SDN Pasirgadung I. Selain menjalani pendidikan di SD, pada sore harinya aku sekolah di Madrasah Ibtidaiah (MI) Matla'ul Anwar Pasirgadung, meski hanya sampai kelas lima. Dan Sekolah Menengah Pertama pun ditempuh masih di kampung tercinta, yaitu MTS Islaahul Ummah Pasirgadung. Kemudian masa Sekolah Menengah Atas dijalani di MAN Pandeglang dengan mengambil Program Studi Ilmu Alam. Akan tetapi saat kuliah mengambil Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA).

Saat ini sedang asyik menjalani peran sebagai istri. Aku menikah dengan lelaki keturunan Jawa (TEGAL) yang sudah lama menetap di Jakarta, karena itu dia tak bisa bahasa Jawa. Nama suamiku Rumaedi, tapi teman-temannya menyebutnya dengan sebutan KUSAM (nama rimbanya karena dia Anak MAPALA) ataupun MAE. 08 JUli 2010 adalah hari akad nikahku dengan dia.

Walaupun begitu aku mempunyai cita-cita untuk menjadi penulis. Sejak kecil cita-cita itu ada dalam benakku. Maklumlah karena aku sering melihat karya-karya hasil bapakku. Memang dia bukan penulis terkenal, tapi dahulu dialah yang membentuk kelompok sandiwara di kampungku (umi --panggilanku untuk ibu-- salah satu pemainnya). Bapak juga yang mengenalkan aku pada puisi.

Saat ini menggunakan nama Zara Fauziah Disyafa sebagai nama pena. Kata Zara diambil dari nama ayahnya yaitu Mozara (Muhammad Zein Rasjaya). Dan alasan lain menggunakan nama Zara, karena Zara mempunyai makna "sinar fajar yang mulai menyingsing". Ini berarti, Eka ingin selalu mempunyai semangat yang besar seperti energi matahari (yang muncul setelah fajar menyingsing) di pagi hari yang memberikan kesegaran. Sedangkan nama Disyafa diambil dari singkatan nama Rumaedi dan (eka)Sofya Fauziah.