Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang, masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara, kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas, ibu...ibu...
Ingin kudekap dan berbaring di pangkuanmu
Hingga aku terlelap bagai masa kecil dulu
Lalu do’a-do’a baluti seluruh tubuhku
Tentunya syair di atas sudah tidak asing lagi di telinga kita. Iwan Fals, melalui lagunya berusaha menggambarkan cinta seorang Ibu. Jelas sekali, dari syair ini kita mengetahui bahwa cinta seorang ibu begitu besar dan tak terbalaskan. Yah..., "Kasih Ibu Sepanjang Masa, Selalu Memberi Tak Harap Kembali". Sedangkan kasih sayang kita pada ibu hadir oleh adanya sebab dan penuh harap untuk dipuji. Kita mencintai ibu, oleh sebab ia telah menjadi sosok yang penuh kasih sayang, pengorbanan, lembut belaian, kata-kata serta do’a-do’a. Begitulah umumnya ibu, baginya hidup adalah pengorbanan serta perjuangan bagi kebahagiaan anak-anaknya.
Hari ini tepat 22 Desember, yang berarti kita tengah berada dalam perayaan Hari Ibu. Terlepas dari keharusan kita untuk tetap mencurahkan kasih sayang dan berbakti pada Ibu di setiap waktu, ada baiknya hari ini kita lebih berani untuk mengekspresikan cinta dan menunjukkan bakti pada sosok Ibu. Bagaimanapun Ibu adalah sosok yang mempunyai peran penting dalam kehidupan kita, tak ada salahnya jika pada hari ini kita berbuat sesuatu yang lebih indah untuk senyum ibu.
Kasih sayang dan pengorbanan ibu memang terlampau tinggi. Sebesar apapun usaha kita, tetap saja pengorbanan kita tak akan sepadan dengan yang telah ibu berikan untuk kita. Pun begitu bukan berarti kita berdiam diri. Ibu memang tak pernah meminta balasan dari anaknya, tapi membuat ibu tersenyum adalah hal indah yang semestinya kita lakukan.
Allah Yang Maha Penyayang, menuntun kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita, termasuk di dalamnya ibu dan ayah. Bahkan sekedar mengucap ”ah!” pada orang tua kita adalah sebuah larangan. Ridha Allah pun ada pada ridha orang tua.
”Telah Kami wasiatkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya mengandungnya dalam keadaan susah payah yang bertambah-tambah. Ia mengandungnya hingga menyapihnya sampai tiga puluh bulan. Sampai ketika ia beranjak dewasa, dan usianya mencapai empat puluh tahun, ia berkata ’Wahai Tuhanku, bantulah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang Engkau karuniakan kepadaku, (dan bantulah aku) untuk beramal shalih yang Engkau ridhai, dan perbaikilah keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya pula aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqaaf:15).
Ibu adalah sosok yang tak dapat dilepaskan dari kehidupan kita. Ia yang mengandung, melahirkan, menyusui, merawat dengan kasih sayang dan doa, memberikan pendidikan, serta memberikan segala yang kita butuhkan dengan segenap pengorbanannya. Yah...semua yang ia hadirkan penuh pengorbanan, yang semuanya dihadirkan oleh sebab kecintaan beliau pada kita, anaknya. Pengorbanan atas nama cinta dari fitrah/naluri yang Allah tanamkan di dalam hatinya.
Sebuah keniscayaan jika kita harus berbakti dengan penuh cinta pada beliau. Ibu sosok yang patut dihormati. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad S.A.W yang menyatakan bahwa orang yang patut dihormati untuk pertama kalinya adalah Ibu, bahkan Rasulullah menyebutkannya sampai tiga kali.Dan sejatinya pengabdian dan ekspresi cinta untuk ibu tidak hanya dibatasi oleh ruang dan waktu. Kapanpun dan dimanapun, ibu harus tetap dihormati.
Semoga hari ini, yang telah diberi lebel sebagai Hari Ibu, dapat memotivasi kita untuk berani memulai dalam melakukan kebaikan untuk Ibu. Selamat Hari Ibu. Selamat mengekspresikan cinta pada ibu tercinta. Selamat memulai untuk menghargai sosok Ibu, hingga ke depannya kita terbiasa.
Salam cinta untuk para wanita yang telah menjadi ibu. Salam hangat untuk wanita yang tengah mempersiapkan diri untuk menjadi ibu. Salam kagum untuk wanita yang bercita-cita menjadi ibu. Salam hormat untuk semua orang yang menghormati ibu. Mari kita hormati ibu!
Zara Fauziah
Kutulis dengan cinta untuk Umi Tercinta,
yang jauh di mata dekat di hati.
I Love You, Umi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar