Mungkin beginilah kira-kira, jika seorang Ibu membuat surat di hari Ibu
Pandeglang, 22 Desember 2009
Teruntuk
Buah Hati Tercinta
dalam Dekapan Cinta
Assalamu’alaikum Wr. Wb!
Telah aku panjatkan do’a pada Allah S.W.T, Khaliq Pemilik Jiwa Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, semoga engkau, anakku sayang, senantiasa dalam lindungan-Nya.
Hari ini aku tertegun mendapati sikapmu. Tak tahan rasanya kubendung air mata rasa haru ini. Engkau anakku, terasa hangat mengisi relung jiwaku saat mendekap tubuh renta ini seraya mengucapkan kata, “Happy Mother’s Day. I Love You, Bunda!”.
Anakku, maafkan Bunda yang tak membalas mesra ucapan selamat dan cintamu. Sungguh, Bunda pun ingin engkau tahu bahwa Bunda sangat menyayangimu dan sangat berterima kasih atas segala perhatianmu. Tapi beginilah Bundamu, nak. Bunda hanya wanita biasa, tak dapat mengekspresikan cinta dengan kata. Ungkapan cinta dan terima kasih Bunda, yang telah Bunda susun dengan susah payah hanya sampai di ujung lidah tanpa suara. Tapi percayalah, Bunda sangat menyayangimu.
Anakku sayang…, ketahuilah! Sikap diam Bunda saat mendengar pernyataan permohonan maafmu yang tak dapat memberikan bingkisan untuk Bunda bukanlah kekecewaan. Bunda tidak marah. Rasa bahagia Bunda bukanlah saat menerima hadiah. Kebahagiaan Bunda ada saat tahu engkau bahagia.
Maaf jika selama ini Bunda tak pandai mengekspresikan dan menerjemahkan cinta, hingga kita kerap bertentangan pikiran denganmu. Bunda akan terus belajar untuk bisa membuatmu bahagia. Bunda sayang kamu, nak.
Wassalamu’alikum Wr. Wb!
Peluk Hangat
Bunda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar