Hari ini kembali mengobrak-abrik isi blog. Masih berambisi untuk memiliki blog yang oke punya (baik secara tampilan luar, maupun secara kualitas/isi tulisan). Maklumlah punya impian untuk jadi penulis jadi menghibur hati saja (biarpun gak jadi penulis terkenal lewat buku-buku yang dipasarkan, daku akan tetap menulis lewat blog --anggap saja semua orang membacanya).
Setelah kelar dengan merubah tampilan blog maka saatnya untuk memikirkan isi tulisan yag akan di posting (Kan gak lucu kalo punya blog tapi ga pernah di-update tulisannya). Kebisaanku kalo lagi mentok gini..., ya buka-buka file yang ada di hp mini dengan harapan ada arsip tulisan yang oke untuk di posting ke layar blogku. Dan....wuidih....akhirnya sebuah folder yang berjudul "SKETSA WAJAH" mengingatkanku akan sesuatu.
Folder SKETSA WAJAH berisi dua file hasil bidikanku.
Untuk menyalurkan hasrat menjadi wartawan (padahal kuliah di Administrasi Bisnis) aku memang suka gatal kalo liat kamera (meski cuma kamera handphone), bawaannya pengen memotret mulu. Tapi kasus pada diriku, motretnya harus yang ada kaitannya dengan peristiwa-peristiwa tertentu. Aku suka males kalo sengaja motret orang yang gayanya dibuat-buat, soalnya daku malah ikut tergoda untuk jadi model fotonya (*bakat narsis mode:on*).
Di bidikanku yang sketsa wajah ini ada tiga orang teman yang jadi korban. Tentu saja mereka kusebut korban oleh sebab tak seorangpun dari mereka menyadari bahwa diri mereka tengah jadi korban bidikanku. Entahlah aku tak tahu pasti mengapa mereka tak menyadarinya. Mungkin karena mereka bersedih atas musibah yang menimpa teman kami atau mereka memang lagi bosen nunggu jadwal besuk. Yang jelas mereka tak tahu akan kejahilanku sampai pada akhirnya aku menunjukkan hasilnya.
Foto itu memang dibidik saat adanya musibah yang menimpa teman sekelas di bangku kuliah. Tak tahu pasti waktu (yang tepat) kejadiannya. Yang jelas...hari Rabu di Januari 2010 itulah kami berkumpul di RS Sari Asih Serang untuk membesuk teman sekelas kami. Saat itu Iis Kholisah teman seangkatan di Administrasi Bisnis STIA Banten mengalami kecelakaan saat hendak berangkat kuliah pada hari Selasa sebelumnya. Menurut dokter....ia mengalami patah tulang di bagian dada dan parahnya ini menutupi saluran nafasnya, hingga harus dilakukan operasi untuk mengakali/membuat saluran nafas.
Tentu saja sebagai teman kami sangat prihatin. Bahkan tak lagi memperdulikan jadwal kuliah. Kami nego ke dosen meminta diberikan waktu untuk menjenguk dan meminta agar jadwal di Rabu pukul 15.00 WIB itu di alihkan ke hari lain. Kami panik...karena keluarga teman kami mengabarkan bahwa pihak RS Sari Asih Serang sudah tidak sanggup untuk menangani dan kemungkinan akan dipindah ke Jakarta. Untung saja dosen kami care.
Inilah gambaran wajah teman-temanku saat ada di RS Sari Asih Serang kala tengah menunggu jam besuk. Wajah-wajah yang harus bersabar menunggu waktu besuk. Wajah-wajah yang miris melihat keadaan teman yang terbaring sakit (yang hanya bisa dilihat melalui jendela kaca tanpa bisa menyentuh terlebih mendekap). Wajah-wajah yang hanya cukup puas mendengar penjelasaan kondisi teman melalui cerita keluarganya tanpa bisa merasakan detak nadi dan hembusan nafasnya.
Semoga saat ini kita masih merasakan bawha Alm. Iis Kholisah adalah bagian dari kita. Kenangan bersamanya adalah hal manis yang terus dikenang. Tentunya ada do'a-do'a yang terucap untuknya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar