Tiba-tiba saja aku teringat kendaraan roda dua bernama Vespa. Gara-garanya sieh aku mencoba mengenang parjalanan ke Puncak di 26 September 2010 lalu. Yah...saat di perjalanan mataku menagkap beberapa Vespa yang di modif. Glekk...., tentu saja membuat mataku melotot memandanginya --sebagai bentuk kekaguman.
Memang sejak menikah dengan My'Lovely Rumaedi Kusam aku mulai ikut-ikutan membaca tabloid motor. Maksudnya sieh agar bisa nemu tema pembicaraan yang oke with My'Lovely Rumaedi Kusam. Tapi tetep gak bisa dipaksakan, daku cuma tertarik pada lembar yang membahas kegiatan balapan yang diikuti "The Doctor" dan kawan-kawan. Selebihnya mataku hanya menikmati lembar-lembar gambar yang memuat modifikasi motor (Sampai-sampai suka mikir pengen punya motor yang dimodif).
My'Lovely Rumaedi Kusam tahu bahwa daku senang banget pada motor yang dimodifikasi. Alhasil kalo ada motor hasil modifikasi di wilayah yang dekat dengan posisi kami berada, dia suka menginformasikannya padaku (sekedar untuk menikmatinya lewat mata). Tapi entahlah sampai sekarang yang sering muncul di pelupuk mataku hanya modifikasi Vespa. Kalo motor yang lain-lain masih jarang, 1:5 lah dengan Vespa.
Kalo mulai ngomongin Vespa ada seorang teman yang selalu nempel dalam ingatanku. Hmmm....namanya Rahman Hidayat (bisa lihat profilnya di http://www.facebook.com/home.php?#!/profile.php?id=100000149646052). Rahman ini suka banget sama yang namanya Vespa, sampai-sampai nama facebooknya aja "Love Banget Scooterz --yang merujuk pada Vespa miliknya). Sering banget liat dia bawa Vespa, ke kampus pun bawa Vespa --hanya dia yang ke kampusku bawa Vespa.
Pengen banget sieh nyobain Vespa dia. Cuma sayang seribu sayang...daku ga bisa mengendarai yang namanya kendaraan roda dua --selain sepeda. Dibonceng sama dia??? Ugh....kayaknya masih enggan....! Pengennya sama suami sendiri, hihihihi.....!
Seperti biasa jika ada yang unik aku suka gatal untuk mendokumentasikannya. Hehehhehe....berbekal kamera Nokia milik Ariandy Guspermana, akupun mendokumentasikan moment nongkrongnya Rahman di kampus ditemani kawan-kawan dan Vespanya.
(Dari kiri ke kanan, Rahman Hidayat-Fariz-Ariandy Guspermana : Sedang menikmati waktu luang usai kuliah di depan Kampus STIA Banten).
(Ngobrol ma teman emang asyik...kayaknya akan jadi kenangan yang indah)
(Baru nyadar kalo sedang jadi objek foto, so liat kamera dah....!)
(Gak seru kalo ngobrol tapi perut karokean, so....Mie Ayam yang biasa mangkal di depan kampus kayaknya jadi inceran)
(Ini sieh bukan diriku yang mengambil fotonya, entah siapa...tapi yang jelas ada di handphone milik Ariandy dan bisa dilihat di http://www.facebook.com/#!/photo.php?fbid=1291403824691&set=a.1291401664637.33323.1818140943)
Sejauh penglihatanku, Rahman --atau yang biasa disebut Martin oleh teman-teman seangkatanku ini-- sangat cinta sama benda yang satu itu. Yang namanya dah hobi ya pasti akan menjadi sesuatu yang indah dan takkan tergantikan. Sedikitnya dengan seringnya melihat Vespa aku pun mulai menyukainya (PENGEN PUNYA TAPI MENURUT INFO HARGANYA MAHAL....!).
Begitulah ada hal unik yang kerap dihadirkan oleh teman-teman sehingga menimbulkan sensasi suka dipikiran dan hatiku. Dan rupanya itulah yang menjadi benih kerinduan. Hal yang dahulu luput dari perhatian atau hanya sesekali saja diperhatikan pun menjadi hal besar yang ingin dipublikasikan.
Dan kini Vespa Biru milik Rahman yang tak pernah kuelus ini pun menjadi inspirasi penghias lembar-lembar catatan. Vespa yang dahulu sebatas kujadikan obyek foto dan tersimpan rapih dalam file tanpa dibuka kembali pun menjadi sesuatu yang ingin kuulas dalam blog. Vespa yang dahulu sempat kuanggap jadul membuahkan benih rindu pada teman-teman yang kerap membuatku tersenyum.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar