Rabu, 06 Oktober 2010

AWAL PERKENALAN DENGAN NASI KUCING

Saat pertama kali mendengar makanan bernama “NASI KUCING” ada rasa jijik yang timbul di benak saya. Pada saat itu saya membayangkan nasi yang sedang dilahap seekor kucing. Tapi imajinasi saya tidak terlalu wah…., tidak sampai membayangkan kucing kecil item yang kurus dengan mata penuh belek, sebatas terbayang kucing yang biasa ada di rumah orang tua saya (yang lumayan gemuk dengan mata jernih dan bulu belang putih-orange). Walaupun begitu tetap saja saya jijik jika membayang manusia memakan nasi bekas kucing ataupun memakan nasi yang hanya layak dimakan kucing.

Tapi pada akhirnya rasa penasaran itu muncul juga. Terlebih teman saya meng-update status tentang asyiknya makan nasi kucing. Saya yang saat itu terkena virus doyan berburu kuliner pun terpancing untuk mencicipinya.

Alhasil saat berkunjung ke rumah saudara, yang ada di wilayah sekitar Carrefour Cikokol, saya niatkan untuk berburu Nasi Kucing. Saat itu tak tahu harus mencari Nasi Kucing dimana. Saudara saya juga tak tahu akan Nasi Kucing, bahkan baru tahu dari saya tentang nasi kucing. Memang sebelumnya saya pernah lihat ada Angkringan Nasi Kucing, tapi itu di wilayah Pasar Kemis yang berarti jauh sekali dari Cikokol. Tapi ternyata keberuntungan masih berpihak pada saya, saat saya berada di depan Dunkin' Donuts Cikokol, mata saya menangkap  Angkringan Nasi Kucing. Maka saya pun memantapkan hati untuk mampir.

Awalnya aneh juga dengan tampilan Angkringan Nasi Kucing tersebut. Saya hanya terbelalak mendapati bungkusan daun pisang berisi nasi seupil yang dilengkapi seekor teri kecil dan sambal (Saya tertawa dalam hati, mentang-mentang nasi kucing isinya juga kaya mau ngasih makan kucing). Untungnya di angkringan tersebut ada lauk yang lain pula (tempe, tahu, ceker ayam, kepala ayam, gorengan, sate telur puyuh, sate ampela dan lainnya). Sebagai minumannya ada lumayan banyak variasi juga rupanya....(ada teh jahe, susu jahe, kopi dan teh manis).

Rupanya rasanya tak sejijik yang saya bayangkan. Wow...., justru uenak tenan....! Nasi, teri dan sambalnya menjadi satu kesatuan yang mak nyos. Walaupun seuprit tetap membuat saya kenyang...(untuk porsi saya itu dah cukup karena ternyata kecil-kecil nasinya berisi, kalau yang merasa kurang tidak ada salalahnya nambah). Terlebih aroma lauknya yang dibakar kian menambah asyiknya makan. Saat itu saya tak tahu jika meminum jahe susu akan membuat kenikmatan semakin terasa lengkap. Saya malah hanya memilih minum air jahenya saja.

Kejutan datang lagi di akhir acara makan. Saat menanyakan harga makanan dan minuman yang saya makan, hati saya kaget bercampur gembira. Ternyata sebungkus nasi kucing, satu tahu, dua gorengan, satu ceker dan segelas jahe tak begitu menyita uang. Saya lupa antara Rp. 7.000,00 atau Rp. 8000,00 uang yang harus saya bayarkan, tapi yang jelas satu dari dua pilihan tersebut.

Yang jelas ini jajanan murah bukan? Rasanya ini patut dicoba sebagai referensi wisata kuliner. Bagi teman-teman yang belum mencoba silahkan untuk hunting. Jujur saya pun ketagihan.

Tidak ada komentar: